Generus Indonesia
Gue Kangen Versi Diri Gue yang Dulu. Gambar: Generus

Gue Kangen Versi Diri Gue yang Dulu

Oleh Fitri Utami

Gue kangen diri gue yang dulu.

Bukan karena masa lalu gue lebih baik. Dulu juga ada banyak hal yang bikin gue bingung, kecewa, bahkan nangis. Tapi kalau dipikir-pikir, ada sesuatu yang rasanya berubah. Dulu gue punya energi yang lebih besar buat mencoba banyak hal. Punya mimpi sedikit saja sudah cukup bikin gue semangat. Gue bisa excited sama hal-hal kecil dan punya keberanian untuk mulai, meskipun belum tahu akhirnya akan seperti apa.

Sekarang, entah kenapa, semuanya terasa lebih banyak dipikirkan.

Sebelum mencoba sesuatu, gue sudah sibuk membayangkan kemungkinan gagalnya. Sebelum berharap, gue sudah menyiapkan diri untuk kecewa. Bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya gue inginkan, kadang gue malah bertanya, “Emang gue bisa?” atau “Kalau nanti nggak sesuai harapan, gimana?”

Mungkin karena semakin dewasa, kita jadi semakin tahu bahwa hidup nggak selalu berjalan seperti yang kita mau. Kita pernah berharap lalu kecewa, pernah berusaha lalu gagal, pernah percaya lalu kehilangan. Dari situ kita belajar untuk lebih hati-hati. Masalahnya, kadang kehati-hatian itu ikut membuat kita takut melangkah.

Padahal dulu, gue nggak terlalu banyak memikirkan semua itu. Kalau pengen sesuatu, gue coba. Kalau gagal, ya sudah, cari cara lain. Ada rasa penasaran yang membuat gue tetap mau bergerak, bahkan ketika belum tahu akan sampai di mana.

Sekarang gue justru sering merasa terlalu sibuk mencari alasan untuk menunggu. Menunggu lebih siap, menunggu keadaan lebih baik, menunggu punya cukup keberanian. Sampai akhirnya sesuatu yang ingin gue lakukan hanya berhenti sebagai rencana yang terus ditunda.

Dan mungkin, itu yang sebenarnya gue kangenin dari diri gue yang dulu. Bukan hidupnya, bukan masa-masanya, tapi keberanian untuk tetap berharap meskipun gue tahu ada kemungkinan kecewa.

Tapi gue juga sadar, gue nggak mungkin kembali menjadi orang yang sama. Terlalu banyak hal yang sudah terjadi untuk membuat gue kembali seperti dulu. Pengalaman yang pernah gue lewati juga nggak semuanya harus dilupakan hanya karena gue ingin kembali punya keberanian.

Sampai akhirnya gue sadar mungkin yang perlu gue lakukan bukan kembali ke versi lama, tapi membawa beberapa hal baik dari sana ke versi gue yang sekarang. Belajar lagi untuk mencoba tanpa harus memastikan semuanya akan berhasil, bermimpi tanpa harus tahu kapan akan tercapai, dan menikmati sesuatu tanpa terus-terusan memikirkan bagaimana kalau suatu hari semuanya berubah.

Karena mungkin bertambah dewasa memang membuat kita kehilangan beberapa hal dari diri sendiri. Tapi bukan berarti semuanya benar-benar hilang. Ada bagian-bagian yang mungkin hanya tertutup oleh rasa takut, kecewa, dan terlalu banyak pertimbangan.

Jadi kalau akhir-akhir ini lo juga merasa seperti jauh dari diri lo sendiri, mungkin lo nggak benar-benar kehilangan siapa diri lo. Mungkin lo cuma sedang belajar menemukan kembali bagian-bagian yang sempat lo tinggalkan.

Pelan-pelan saja.

Nggak harus kembali seperti dulu. Cukup jadi seseorang yang hari ini masih mau mencoba, masih berani berharap, dan masih percaya bahwa hidup punya banyak hal baik yang belum selesai ditemukan.