Oleh Tiya Inggriyani
“Banyak yang berlari untuk sehat, tapi mungkin lebih banyak yang berlari untuk sembuh”
Di balik langkah kaki yang cepat, sering kali ada hati dan pikiran yang sedang berjuang menyembuhkan diri.
Kalau kita bertanya kepada satu per satu orang di jalur, tentang alasan mereka berlari, jawabannya akan selalu berbeda.
Ada yang ingin menurunkan berat badan.
Ada yang sedang mempersiapkan race.
Ada yang hanya ingin menjaga tubuh tetap sehat.
Lari lebih dari sekedar bakar kalori.
Kita sering mengira orang-orang bangun subuh atau memaksakan sisa waktu malamnya untuk melatih otot kaki atau menjaga bentuk badan.
Tapi bagi sebagian orang, lari adalah pertolongan pertama untuk emosi yang sedang berantakan. Mereka tidak sedang mengejar target fisik, mereka sedang mengurai benang kusut di kepala.
Jalanan yang menampung air mata.
Saat emosi terlalu penuh, entah karena hati yang patah, kehilangan sosok atau bahkan tekanan hidup. Ruang kamar terasa terlalu sempit dan menyesakkan.
Jalanan memberikan ruang yang luas tanpa batas. Di jalanan, kami bebas meluapkan segala. Keringat dan panas matahari menjadi tameng terbaik untuk menyembunyikan kesedihan.
Menghidupkan kembali dopamin yang mati.
Saat mental kita terluka, otak kekurangan hormon kebahagiaan. Lari dijalanan secara alami merangsang pelepasan endorfin dan endocannabinoid.
Sensasi Runner’s setelah menuntaskan kilometer demi kilometer memberikan rasa damai dan ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Belajar Menerima rasa sakit.
Saat berlari dengan kondisi fisik yang belum seperti pelari hebat, kakimu mulai terasa berat di beberapa puluh meter, berjalan, berlari, ritme yang masih menyesuaikan kesanggupan tubuh, namun kamu terus maju, belajar untuk tidak menyerah pada rasa sakit itu. Kamu terus melangkah.
Proses mental ini tanpa sadar melatih jiwamu, jika kamu bisa terus maju melewati rasa sakit dikaki, kamu juga pasti bisa melewati masa-masa sakitmu dikehidupan nyata.
Menyembuhkan raga, menyembuhkan jiwa.
Perlahan mulai terbentuk kekuatan raga karena sering diolah, tubuh mulai bisa menyembuhkan sakit-sakit yang datang karena lelah dan stress. Jiwa mulai sembuhkan luka perasaan karena olahraga merangsang pelepasan endorfin dan meningkatkan regulasi neurotransmiter yang berkaitan dengan suasana hati.
Menemukan diri yang baru.
Kamu mungkin berangkat lari dengan perasaan hancur, marah atau kecewa.
Tapi begitu kamu menyelesaikan sesinya, melepas daily running shoes kamu dan membasuh muka. Kamu akan pulang dengan versi diri yang lebih tenang, lebih kuat dan siap memaafkan keadaan.










Leave a Reply
View Comments