Oleh Fitri Utami
Buat kalian yang nggak jadi sandwich generation, bersyukur deh. Itu privilege. Mungkin selama ini kelihatannya biasa aja. Bisa resign karena “ngerasa nggak cocok”. Ambil cuti buat healing. Atau sekadar nongkrong tanpa kepikiran besok harus bayar apa aja. Bahkan punya waktu buat mikir, “sebenernya gue maunya apa sih?” Itu semua kelihatan sederhana.
Padahal… nggak semua orang punya itu.
Semua hal tadi ada karena satu hal: ada ruang. Ruang buat fokus ke diri sendiri. Ruang buat coba-coba. Ruang buat gagal tanpa langsung berdampak ke banyak orang.
Di sisi lain, ada juga yang hidupnya harus jalan dengan cara berbeda. Mau ambil keputusan sekecil apa pun, pasti kepikiran banyak hal. Mau resign? Ingat kebutuhan rumah. Mau ambil risiko? Kepikiran orang tua. Mau istirahat? Takut semuanya ikut berhenti.
Bukan berarti mereka nggak pengen hidup lebih ringan. Tapi memang ruangnya nggak ada.
Contoh gampangnya gini:
Ada yang bisa bilang, “tahun ini mau upgrade diri, ikut course, cari pengalaman baru.” Tapi ada juga yang harus bilang, “yang penting tahun ini semua di rumah aman dulu.” Dua-duanya sama-sama berjuang. Tapi kondisinya beda.
Nah, dari situ kita jadi bisa lihat, hidup itu bukan cuma soal usaha. Tapi juga soal posisi. Soal ruang yang dimiliki masing-masing orang.
Makanya, kalau hari ini kamu masih punya ruang buat mikirin diri sendiri, jangan cuma dijalanin kayak hal biasa. Disadari. Bukan buat ngerasa lebih beruntung dari orang lain. Tapi biar lebih peka. Biar nggak gampang nge-judge. Dan yang paling penting, biar kamu bisa pakai ruang itu dengan baik—buat siapin diri, sebelum suatu saat hidup berubah arah.
Karena privilege itu seringkali nggak terasa… sampai kita kehilangannya.
Dan buat kamu yang sekarang lagi ada di posisi sandwich generation, tetap semangat ya.
Emang nggak gampang. Harus mikirin banyak hal sekaligus, seringkali sambil nahan keinginan sendiri. Kadang capek, tapi nggak bisa berhenti. Kadang pengen istirahat, tapi nggak ada waktu.
Dan itu valid.
Yang kamu jalanin sekarang bukan hal kecil. Justru dari situ lagi kebentuk sesuatu yang besar—ketahanan, tanggung jawab, dan kemampuan buat tetap jalan di kondisi yang nggak selalu ideal.
Mungkin sekarang belum ada banyak ruang buat diri sendiri. Tapi bukan berarti selamanya bakal begitu. Hidup terus bergerak, dan fase juga akan berubah.
Pelan-pelan aja. Nggak harus langsung kuat setiap waktu. Nggak harus selalu punya jawaban. Yang penting tetap jalan, semampunya. Karena pada akhirnya, setiap orang lagi berjuang di jalurnya masing-masing. Dan tetap bertahan di tengah semua itu… itu juga bentuk kekuatan.
Jadi, kalau hari ini kamu masih punya ruang buat mikirin diri sendiri, buat gagal, buat pelan-pelan nyari arah, jangan dianggap biasa. Itu privilege. Gunakan sebaik mungkin, bukan cuma untuk diri sendiri, tapi juga untuk jadi lebih peka sama orang lain.
Dan kalau kamu lagi ada di posisi sandwich generation, yang hidupnya terasa lebih sempit dan penuh tanggung jawab, tetap jalan ya. Nggak harus cepat, yang penting nggak berhenti. Karena semua yang kamu jalani hari ini, pelan-pelan lagi ngebentuk kamu jadi lebih kuat dari yang kamu kira.
Karena pada akhirnya, hidup memang nggak selalu kasih porsi yang sama ke semua orang. Ada yang dikasih ruang, ada yang langsung dikasih tanggung jawab. Tapi di mana pun posisinya, yang penting tetap sadar: yang punya ruang, gunakan dengan bijak. Yang lagi berjuang, hargai setiap langkahnya. Karena keduanya sama-sama sedang belajar jadi versi terbaik dari dirinya.










Leave a Reply
View Comments