Oleh Thifla Thuwaffa Isqy
Smartphone dan gadget sebenernya masuk kebutuhan tersier manusia, tapi karena perkembangan zaman, barang elektronik berasa jadi kebutuhan pokok disamping sandang, pangan dan papan. Tapi sobat generus tau nggak sih? ada ibadah yang pokok setiap tahun harusnya kita tunaikan? yups, berkurban di Hari Raya Idul Adha.
Sayangnya, banyak orang merasa nggak punya tabungan untuk membeli hewan kurban tapi bisa gonta ganti gadget. Tapi emangnya, susahan mana nabung kurban atau nabung buat gadget?
Well, sebelum jawab pertanyaan tersebut, perlu kita ketahui kalau perkembangan gadget tuh cepet banget. Tiap setahun sekali pasti ada aja keluaran produk baru, dan Indonesia menjadi pangsa pasar ponsel terbesar nomor 4 sedunia. Menurut survey dari BPS, sebanyak 69% warga indonesia memiliki ponsel, sedangkan jumlah penduduk Indonesia tahun 2024 sebanyak 282.477.584 jiwa.
Terus jumlah muslim di Indonesia ada 248.221.676 juta jiwa orang, dan yang berkurban di tahun 2024 sebanyak 2,16 juta jiwa. Bahkan, di tahun 2025 jumlah orang yang berkurban merosot menjadi 1,8 juta (Data : BPS). Bisa dibayangkan ya, betapa banyaknya potensi kurban di Indonesia.
Less is More for Duniawi Things
Emang sih, gadget tuh penting banget, tapi kita perlu cek lagi bagaimana kelekatan (attachment) kita dengan kepemilikan barang khusunya gadget. Apakah kita memandang gadget sebagai selayaknya alat pendukung atau penentu kelas sosial?
Kita perlu menyadari kalau nilai diri kita tidak ditentukan oleh brand/merk barang yang kita pakai. Kecuali, kalau mata pencaharian kita bergantung pada spesifikasi gadget yang kita gunakan, gadget dengan harga yang tinggi bisa jadi investasi untuk menghasilkan rupiah yang lebih banyak lagi untuk ibadah.
Kalau smartphone jadi alat komunikasi aja kayak pakai WhatsApp kita perlu atur budget maksimal pembelian. Di zaman sekarang, smartphone 1-2 jutaan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Sedangkan, kurban jelas sebagai investasi yang akan kita rasakan hasilnya nanti di akhirat. Selain itu, dengan berkurban kita juga bisa menumbuhkan jiwa sosial dan jiwa berbagi, dengan melihat para saudara kita dapat menikmati daging yang belum tentu bisa mereka beli setiap hari. Indah bukan?
Self Control and Beliefe is the Key
Kalau ada yang namanya FOMO (Fear of Missing Out) alias takut ketinggalan trend, kita juga bisa JOMO (Joy of Missing Out) alias santuy aja. Seringkali produk gadget terbaru bikin kita terkesima, speknya, warnanya, fiturnya. Nah, kita jadi FOMO. Tapi coba kita balik ke FOMO-an kita untuk kurban.
Dengan masa pakai gadget rata-rata 2-3 tahun, bahkan bisa lebih dari 5 tahun kalau menganut gaya hidup minimalis. Kita juga perlu memahami buying power atau kemampuan kita untuk membeli barang. Umumnya dana untuk gadget (wants) maksimal 20% dari pendapatan. Kita dapat menerapkan 1-2x gaji, misal kita pengen gadget harga 5 juta maka kita perlu punya pendapatan minimal 10 juta. Ingat, jangan sampai besar pasak daripada tiang.
Semua Tergantung Niat
“Aduh, kalau nabung kurban nanti gajinya nggak cukup buat kebutuhan sehari-hari,”, Yakin? coba kita rekap lagi pengeluaran kita setiap hari. Banyak mana nabung buat gadget dan , kurban, hayo? 😀
Allah maha kaya guys, dan Allah bersama prasangka hamba-Nya. Kalau kita aja ngeluh dan nggak yakin dengan rezeki yang Allah kasih, gimana kita bisa jadi hamba yang bertakwa?
Jelas Allah berfirman di Quran Surat As Saba’ ayat 39
قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
:”Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Apa pun yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik.”
Pengen aja nggak cukup, perlu niat dan konsistensi untuk menabung dan berkurban. Kamu bisa memisahkan akun rekening dan menetapkan budget minimal untuk menabung kurban tiap bulan. Misal harga 1/7 sapi atau seekor kambing adalah 2.400.000, kamu bisa menabung 200.000 tiap bulannya. Lebih murah daripada harga gadget kamu kan? 🙂
So, nabung buat kurban dan gadget bisa berbarengan, yang penting kita niatkan untuk menunaikan ibadah. Siapa tau tahun ini berkurban, tahun depan diundang jadi tamu Allah untuk Haji ke Mekah Madinah?










Leave a Reply
View Comments