Oleh Safauziana
Sebelum jemarimu menggenggam tanganku,
namamu telah ibu titipkan
di antara doa-doa yang panjang.
Tumbuhlah tanpa bertanya
apakah dirimu layak dicintai.
Kasih ibu tak pernah menjadi upah
atas kesempurnaanmu.
Ibu tak menjanjikan hidup tanpa luka,
hanya akan berusaha
memberimu bekal yang cukup
agar kau tak tumbuh terlalu cepat
mengenal beratnya dunia.
Jika rambut ibu kelak memutih,
jangan jadikan usiaku
sebagai utang yang harus kau lunasi.
Ibu ingin kau tetap menjadi anak,
mengejar langitmu sendiri
tanpa rasa bersalah.
Ada luka yang ingin ibu hentikan
sebelum sampai kepadamu.
Ada beban yang tak ingin
ibu wariskan ke pundakmu.
Kau bukan penebus luka.
Bukan pula alasan ibu bertahan.
Kau adalah anugerah
yang Tuhan titipkan kepada ibu—
untuk dicintai,
bukan untuk dimiliki.










Leave a Reply
View Comments