Oleh Supartini
Wahai, sobat budiman
Bulan Dzulhijah sudah di ambang pintu
Peristiwa tragis di masa silam, mengukir gelora sukma
Antara dua insan bagai pinang dibelah dua
Merajut manisnya iman dan taqwa
Siapa hamba Allah itu?
Nabi lbrabim dan Nabi lsmail
Momen ldul Adha insan dunia
Ketika malam kelam Nabi Ibrahim bermimpi
Terhimpit nuansa kelabu
Seribu rasa menyatu bisu
Tiga malam terngiang alunan lembut
Wahai, buah hatiku
Wahai, ayah kucinta
Apakah cinta kasih anak, melebihi cinta dan taqwa?
Buah hatiku, ayah pilu, tapi rela melepasmu
Luka kalbu semakin biru
Mendung tak hanya di mata, awan pun berkabung
Putih bersahutan, tiada tampak titik hujan
Kala langkah tiada bayang arah
Ke mana aku menebar duka?
Pastikan langkahmu ayah
Sontak! Nabi lbrahim melangkah rasa tulus ikhlas membara
Pedang terhunus digesekkan ke leher buah hati
Lantunan doa”Bismillahi Allahu Akbar”
Sebelum tetesan darah ke bumi, sekedip netra Nabi lbrahim haru takjub,
menatap kambing sembelihan
Hanya kepada-Mu aku berserahdiri










Leave a Reply
View Comments