Hari ketiga Generus Festival (GenFest) makin panas dengan workshop super relate buat anak muda zaman sekarang: “Cari Cuan dari Produk Digital”. Dibawakan langsung oleh Founder Ruang Generus, Fiqhi Hidayatulah, sesi ini jadi wake-up call kalau cari uang di era digital itu bukan mimpi—asal tahu caranya.
Di depan peserta yang antusias, Fiqhi langsung ngebuka dengan satu hal penting yang sering banget dilupain: “why” alias alasan kuat. Menurutnya, banyak orang terlalu sibuk mikirin “apa yang mau dibuat” dan “gimana cara bikinnya”, tapi lupa kenapa mereka mulai.
Padahal, justru di situlah bahan bakar utama biar nggak gampang nyerah, “Kalau ‘why’-nya kuat, apalagi buat bantu kondisi ekonomi atau biar nggak kena masalah finansial, kita jadi lebih tahan banting,” jelasnya.
Produk Digital: Modal Minim, Untung Maksimal?
Bukan rahasia lagi kalau produk digital lagi naik daun. Dari e-book, kelas online, video pembelajaran, sampai template praktis—semuanya bisa jadi ladang cuan. Kenapa? Karena fleksibel, nggak butuh modal gede, dan bisa dijual berkali-kali tanpa harus produksi ulang.
Sounds like a dream, kan? Tapi Fiqhi kasih reality check juga. Katanya, bikin produk digital itu bukan soal “aku suka apa”, tapi lebih ke “orang butuh apa”, “Jangan cuma bikin yang kita suka. Pastikan itu jadi solusi buat orang lain,” tegasnya.
Bangun Personal Brand, Bukan Sekadar Eksis
Di era Instagram dan TikTok, personal brand itu ibarat “wajah” dari produk kita. Fiqhi menekankan pentingnya membangun kepercayaan audiens—nggak cuma sekadar posting, tapi juga punya positioning yang jelas.
Mulai dari kenal siapa target market kamu, bangun database audiens, sampai punya ciri khas yang bikin orang langsung inget—itu semua jadi kunci biar nggak tenggelam di lautan konten.

Konten Itu Jembatan, Bukan Sekadar Hiburan
Biar produk dilirik, konten harus punya “rasa”. Fiqhi ngenalin konsep S.T.E.P.P.S—mulai dari social currency, trigger, sampai emotion.
Intinya? Konten yang bagus itu yang punya cerita dan bisa bikin orang ngerasa “ini gue banget”, “Konten yang kuat itu bukan cuma viral, tapi juga bisa bangun koneksi sama audiens,” katanya.
Gagal? Santai, Itu Bagian dari Proses
Satu hal yang bikin workshop ini makin “ngena” adalah cara Fiqhi ngebahas kegagalan. Menurutnya, gagal jualan bukan akhir—justru itu tanda kita udah berani mulai.
Ia juga ngingetin kalau konsistensi itu kunci. Bahkan kalau belum pede tampil di depan kamera, tetap bisa mulai dari belakang layar. Yang penting jalan dulu.
Saatnya Anak Muda Melek Cuan Digital Lewat workshop ini, GenFest nggak cuma kasih teori, tapi juga mindset baru: kalau anak muda bisa mandiri secara finansial dari sekarang, kenapa harus nunggu nanti?
Dari layar gadget, peluang terbuka lebar. Tinggal berani mulai, konsisten, dan terus belajar.
So, kamu tim nunggu atau tim mulai duluan? 🚀









Leave a Reply
View Comments