Oleh Fitri Utami
Kalau datang ke acara pernikahan, kita pasti sering mendengar doa, “Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.” Kalimat itu terdengar begitu akrab. Bahkan sering disingkat menjadi SAMAWA. Tapi pernah nggak kita benar-benar bertanya, apa sebenarnya makna di balik tiga kata itu?
Banyak orang mengira sakinah, mawaddah, dan warahmah adalah tiga hal yang sama. Padahal, ketiganya saling melengkapi dan menjadi fondasi agar sebuah hubungan bisa bertahan, bukan hanya saat semuanya berjalan baik, tetapi juga ketika badai datang.
Konsep sakinah, mawaddah, wa rahmah berasal langsung dari firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 21. Ayat ini menjadi landasan bahwa tujuan pernikahan dalam Islam bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi menghadirkan ketenangan, cinta, dan kasih sayang yang terus tumbuh.
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
1.Sakinah: Tenang, Bukan Berarti Tanpa Masalah
Sakinah sering diartikan sebagai ketenangan. Namun ketenangan di sini bukan berarti hidup tanpa konflik atau perbedaan pendapat.
Justru, sakinah adalah kondisi ketika dua orang merasa nyaman menjadi diri sendiri, saling percaya, dan memilih menyelesaikan masalah bersama, bukan saling menyalahkan.
Rumah tangga yang sakinah bukan rumah yang tidak pernah bertengkar. Tetapi rumah yang selalu punya jalan pulang setelah ada perbedaan.
Di zaman sekarang, ketika media sosial sering menampilkan hubungan yang terlihat sempurna, kita perlu sadar bahwa hubungan yang sehat bukan soal terlihat romantis setiap hari. Yang lebih penting adalah menghadirkan rasa aman, saling mendengarkan, dan mampu menjaga hati pasangan.
2. Mawaddah: Cinta yang Diusahakan
Kalau sakinah berbicara tentang ketenangan, maka mawaddah adalah cinta yang terus dipelihara.
Banyak orang berpikir cinta cukup dengan rasa suka. Padahal rasa itu bisa naik turun. Ada hari ketika pasangan begitu menyenangkan, ada juga hari ketika ego sama-sama tinggi.
Di situlah mawaddah bekerja.
Mawaddah bukan hanya perasaan, tetapi keputusan untuk tetap mencintai. Menyempatkan waktu berbincang, saling menghargai, mengucapkan terima kasih, meminta maaf ketika salah, dan tetap memilih pasangan meski keadaan sedang tidak mudah.
Hubungan tidak akan bertahan hanya dengan rasa berbunga-bunga. Ia bertahan karena ada usaha yang dilakukan setiap hari.
3. Warahmah: Kasih Sayang yang Membuat Bertahan
Jika mawaddah adalah cinta, maka warahmah adalah kasih sayang yang membuat cinta itu tetap hidup. Warahmah mengajarkan kita untuk memahami sebelum menghakimi, memaafkan sebelum membalas, dan menguatkan ketika pasangan sedang lemah.
Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Kalau hubungan hanya dibangun dengan perasaan suka, maka sedikit kekurangan bisa menjadi alasan untuk pergi.
Tetapi ketika ada warahmah, kita belajar melihat pasangan sebagai manusia yang sama-sama sedang bertumbuh.
Kasih sayang membuat kita tidak mudah menghitung siapa yang paling banyak berkorban. Sebaliknya, kita justru berlomba menjadi orang yang paling banyak memberi manfaat bagi pasangan.
Persiapkan SAMAWA Jauh Sebelum Akad
Bagi generus, membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sebenarnya dimulai jauh sebelum hari pernikahan. Mulailah dengan memperbaiki diri. Belajar mengendalikan emosi, menjaga lisan, bertanggung jawab, menghormati orang tua, dan membiasakan komunikasi yang baik.
Karena seseorang yang belum mampu berdamai dengan dirinya sendiri akan lebih sulit menghadirkan ketenangan bagi orang lain.
Pernikahan bukan tentang menemukan pasangan yang sempurna. Pernikahan adalah perjalanan dua orang yang sama-sama belajar menjadi lebih baik karena Allah.
Maka, ketika nanti Allah mempertemukan kita dengan jodoh yang tepat, semoga yang terbangun bukan hanya rumah yang indah, tetapi juga rumah yang dipenuhi ketenangan, cinta yang terus diusahakan, dan kasih sayang yang tidak pernah habis.
Itulah makna sebenarnya dari sakinah, mawaddah, warahmah. Bukan sekadar ucapan selamat di pelaminan, tetapi doa yang harus diwujudkan sepanjang perjalanan hidup.
Semoga Allah mempertemukan kita dengan pasangan yang saleh atau salehah, menjadikan rumah tangga kita penuh ketenangan, cinta yang tulus, dan kasih sayang yang tak pernah putus hingga akhir hayat. Aamiin










Leave a Reply
View Comments