Oleh Latifah Umami
Masihkah Anda mendengar gema takbir setelah salat Subuh meski Hari Raya Idul Adha telah berlalu? Ya, gema tersebut menandakan masuknya hari Tasyrik. Jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, hari Tasyrik merupakan rangkaian istimewa yang menyambung perayaan Idul Adha.
Secara bahasa, “Tasyrik” berasal dari kata asy-Syarq atau Tasyriq yang berarti menjemur daging kurban di bawah sinar matahari agar lebih awet. Dahulu, para sahabat melakukan kebiasaan ini untuk menyimpan cadangan makanan. Meskipun teknologi penyimpanan daging saat ini jauh lebih praktis, makna historis dan tradisi di balik hari Tasyrik tetap terjaga hingga kini.
Perlu diingat, umat Islam dilarang berpuasa pada hari-hari ini, baik puasa wajib maupun sunah. Bagi yang belum menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Zulhijah, waktu penyembelihan masih diperbolehkan hingga tanggal 13 Dzulhijjah.
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa amalan utama selama hari Tasyrik:
- Mengumandangkan Takbir. Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW mengumandangkan takbir sejak selesai salat Subuh hari Arafah hingga salat Asar pada hari terakhir Tasyrik (13 Dzulhijjah).
- Memperbanyak Zikir. Allah SWT berfirman, “Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang berbilang” (QS. Al-Baqarah: 203). Amalan ini dapat diisi dengan memperbanyak bacaan tahmid, tahlil, takbir, dan istigfar.
- Makan dan Minum. Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi menyebut hari Tasyrik sebagai hari makan, minum, dan berzikir. Menikmati daging kurban adalah bentuk syukur atas nikmat yang Allah berikan.
- Berbagi dan Bersilaturahmi. Hewan yang dikurbankan dengan ikhlas tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga alat untuk mempererat silaturahmi melalui pembagian daging kepada sesama yang membutuhkan.
Bagi jemaah haji, hari Tasyrik menjadi puncak rangkaian ibadah di Mina. Mereka melaksanakan mabit (bermalam) dan melontar jumrah setiap hari setelah tergelincirnya matahari (zawal), sembari senantiasa mengisi waktu dengan zikir dan takbir.
Singkatnya, hari Tasyrik adalah hari kemenangan yang diisi dengan ibadah, syukur, dan berbagi. Mari jadikan momentum ini untuk mempererat tali persaudaraan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.










Leave a Reply
View Comments