Seniman Andi Sailan yang sudah malang melintang di dunia seni lukis lebih dari 40 tahun. Foto: LINES

Workshop Melukis yang Bikin Genfest Makin Artsy

Hari ketiga Genfest dalam rangkaian Munas X LDII nggak cuma penuh insight, tapi juga vibes kreatif yang super chill. Lewat workshop melukis bareng Sanggar Mandiri Barokah di Padepokan Ponpes Minhaajurrosyidin, peserta diajak “healing” sambil eksplor sisi artistik mereka, Kamis (9/4).

Dipandu moderator Prima Putra, sesi ini makin hidup dengan kehadiran seniman Andi Sailan yang sudah malang melintang di dunia seni lukis lebih dari 40 tahun. Kebayang nggak sih, beliau sudah mulai melukis sejak umur 12 tahun? Dari sekadar hobi masa kecil, sekarang jadi perjalanan panjang penuh cerita.

Nggak cuma sharing pengalaman, Andi juga spill teknik unik yang dia kembangkan, salah satunya “reklaira” — teknik menulis terbalik di atas kaca yang bikin karya jadi beda dari yang lain. Keren banget, kan?

Selain itu, Andi juga aktif membangun ruang untuk para seniman muda lewat berbagai sanggar, mulai dari Sanggar Ababora buat anak-anak berbakat, Sanggar Big Boss (2024), sampai Sanggar Mandiri Barokah (2025).

Intinya, beliau nggak cuma berkarya, tapi juga ngebuka jalan buat generasi berikutnya. Tapi, perjalanan jadi seniman ternyata nggak selalu mulus. Andi sempat ngalamin fase “sepi peminat”, di mana lukisannya belum dilirik pasar. Dari situ, dia belajar kalau value sebuah karya sering kali ikut naik seiring nama sang pelukis dikenal.

Meski begitu, semangatnya nggak pernah redup. Konsisten berkarya jadi kunci, sampai akhirnya salah satu lukisannya pernah ditawar hingga Rp10 juta. Dari yang dulu susah laku, sekarang justru dicari. Respect!

Di sesi workshop, peserta juga diajak langsung belajar teknik dasar melukis. Mulai dari bikin sketsa, ngatur pencahayaan, sampai detailing biar karya makin “hidup”. Andi juga ngingetin kalau jadi pelukis itu nggak cukup cuma bakat—harus ada kemauan dan tekad kuat.

Gaya lukisannya sendiri identik dengan nuansa naturalis dan kaligrafi, dengan tema alam yang adem dipandang. Soal media, Andi lebih sering pakai cat akrilik karena lebih praktis dan cepat kering—cocok buat yang suka eksplor tanpa nunggu lama.

Workshop ini jadi bukti kalau Genfest nggak cuma soal upgrade skill formal, tapi juga ruang buat ekspresi diri. Karena kadang, ide terbaik justru lahir dari goresan kuas yang santai. (inggri)