Workshop bertajuk “Tips Lolos Wawancara Beasiswa dan Organisasi” bareng HR Consultant, Himawan Pramudita. Foto: LINES

Level Up Wawancara: Biar Nggak Cuma Pintar, Tapi Juga ‘Ngena’!

Siapa nih yang udah ngerasa “gue pintar kok”, tapi tiap wawancara malah zonk? Tenang, kamu nggak sendirian. Di GenFest yang jadi bagian dari Munas X LDII, topik ini dibahas tuntas—dan ternyata, wawancara itu bukan sekadar jawab pertanyaan, tapi ada “seninya”.

Bertempat di Padepokan Minhajurrosyidin, workshop bertajuk “Tips Lolos Wawancara Beasiswa dan Organisasi” bareng HR Consultant, Himawan Pramudita, sukses bikin peserta melek soal satu hal penting: punya prestasi aja nggak cukup kalau kamu nggak bisa “menjual” cerita diri kamu.

Menurut Himawan, banyak kandidat keren justru gagal di tahap wawancara. Kenapa? Karena jawaban mereka terlalu standar. Isinya cuma daftar kegiatan tanpa makna.

“Kamu harus punya story. Bukan sekadar ‘aku ikut ini itu’, tapi apa maknanya, apa yang kamu pelajari, dan gimana itu ngebentuk kamu,” kurang lebih begitu pesannya.

Di dunia wawancara, yang dicari bukan cuma skill, tapi juga vibes—atau kalau kata Himawan, “mental juara.” Ini kelihatan dari cara kamu ngomong, bahasa yang kamu pakai, sampai sikap kamu saat menjawab. Tenang tapi percaya diri, itu kuncinya.

Menariknya lagi, skill teknis itu bisa dilatih. Tapi mental juara? Itu yang bikin kamu beda dari kandidat lain.

Selain itu, ada beberapa “nilai plus” yang bikin kamu makin dilirik:

  • Punya rasa ingin tahu tinggi (nggak cepat puas)
  • Semangat belajar
  • Bisa kerja bareng orang lain (team player banget!)

Nilai-nilai ini juga sejalan dengan konsep 29 karakter luhur yang selama ini jadi fondasi pembinaan generasi muda LDII.

Di akhir sesi, Himawan ngasih reminder yang simpel tapi ngena:

“Berani punya mimpi besar, dan tetap fokus ngejarnya.”

So, buat kamu yang lagi prepare wawancara—entah buat beasiswa, organisasi, atau kerja—ingat ya:

👉 Jangan cuma pintar, tapi juga harus bisa bikin cerita kamu terasa hidup. (inggri)