Oleh Thifla Thuwaffa Isqy
Setiap manusia itu sudah punya takdir dan takarannya masing-masing, ada yang good looking, ada yang kaya, ada yang jenius, ada yang sepertinya punya semuanya. Kalau kita punya banyak kelebihan jangan sampai punya perasaan lebih baik daripada orang lain, karena itu termasuk sombong guys!
Tujuan Allah memberikan semua kelebihan kepada manusia itu agar kita bisa tawadhu dan mendapat kemuliaan Allah. Sebagaimana sabda Nabi berikut
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ اللهُ
“Barang siapa yang memiliki Sifat tawadhu, Dan tawadhu karna Allah. Maka Allah akan mengangkat Derajatnya di sisi Allah. Barang siapa yang sombong, maka Allah akan merendahkannya”.
Udah ada loh guys contohnya orang yang ilmunya agamanya tinggi tapi karena sombong akhirnya nggak masuk surga. Diriwayatkan dari HR Abu Dawud dan Ahmad, begini kisahnya
Ada dua orang Bani Israil, yang satunya ahli ibadah dan yang satunya ahli maksiat. Ahli ibadah merasa dekat dengan Allah dan selalu menegur ahli maksiat, tapi ahli maksiat tidak pernah berubah dan bilang “Tinggalkan aku bersama Tuhanku, apakah kau diutus untuk mengawasiku?”. Saking geramnya ahli ibadah, akhirnya terucap “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu dan tidak memasukkanmu ke surga.”
Setelah keduanya meninggal dunia, mereka menghadap ke Allah. Lalu Allah berkata kepada ahli ibadah “Apakah kau tahu tentang-Ku? Apakah kau sudah memiliki kemampuan atas apa yang ada dalam genggaman-Ku?” karena sudah sombong dan memberikan penghakiman kepada saudaranya saat di dunia. Akhirnya, Allah membalikkan keadaan kedua manusia tersebut. Atas Rahmat-Nya, si ahli maksiat diampuni dosa-dosanya dan masuk surga sedangkan si ahli ibadah masuk neraka karna kesombongannya.
Nggak mau kan kisah kita berakhir seperti si ahli ibadah itu? Yuk kita belajar untuk rendah diri, gimana caranya?
Pahami setiap pemberian merupakan anugerah dan titipan dari yang Maha Kuasa
Dalam suatu hadist, dijelaskan bahwa kepemilikan manusia itu hanya pada dua hal yaitu makanan yang sudah habis dimakan, serta pakaian yang sudah koyak akibat dipakai. Bahkan makanan yang hendak kita lahap, kalau bukan rezeki kita bisa saja jatuh lalu kotor dan tidak jadi dimakan. Artinya, semua hal yang kita rasa punya kita itu sejatinya hanya titipan dan sementara. Jabatan, kekayaan, wajah rupawan, keluarga yang harmonis, sewaktu-waktu bisa diambil.
Ingat pepatah “di atas langit masih ada langit”
Yang artinya, masih banyak orang yang “lebih” daripada kita, kalau kita hapal 1 juz, ada yang sudah hapal 5 juz, kalau kita hapal 30 juz, ada orang yang hapal satu Al Quran dan hadist-hadist. Kita perlu percaya diri dengan kemampuan kita, tapi kita tidak boleh sombong atas ilmu yang kita miliki, karna banyak yang lebih ahli.
Terapkan ilmu padi “Semakin berisi semakin merunduk”
Kalau kita sudah jadi ahli, maka kewajiban kita adalah mengajarkan kepada orang yang mau belajar dan belum ahli. Sifat arogan atau sombong hanya membawa hal-hal yang jelek kepada pemiliknya. Dalam teori Dunning Krugger Effect, semakin dalam keilmuan seseorang semakin orang itu merasa tidak tau apa-apa. Sama halnya dengan kisah Nabi Khidir yang menasehati Nabi Musa, bahwa ilmu manusia itu layaknya setetes air yang menempel di jari, sedangkan air di lautan adalah ilmunya Allah.
Terus berdoa agar memiliki sifat tawadhu
اللَّهُمَّ إِنِّي ضَعِيفٌ فَقَوِّنِي ,اللَّهُمَّ إِنِّي ذَلِيلٌ فَأَعِزَّنِي، اللَّهُمَّ إِنِّي فَقِيرٌ فَأَغْنِنِي
Artinya: Ya Allah, hamba ini lemah maka berilah hamba kekuatkan, Ya Allah sesungguhnya hamba ini hina, maka berilah kemuliaan, Ya Allah sesungguhnya hamba ini fakir (miskin) maka berilah hamba kecukupan.
Sejatinya, dunia ini fana dan hanya Kemuliaan Allah yang menjadi tujuan utama. Oleh sebab itu, kita perlu upaya untuk menjadi hamba yang tawadhu agar ditinggikan derajatnya sebagai manusia.










Leave a Reply
View Comments