Oleh Fitri Utami
Ada hari-hari
di mana aku merasa berjalan sambil membawa awan gelap.
Bukan hujan, bukan badai—
hanya bayangan yang tak bisa kugenggam,
tapi tetap mengikuti.
Kadang aku iri pada diriku yang dulu,
yang bisa percaya tanpa ragu,
yang bisa berdoa tanpa takut kecewa,
yang bisa tersenyum bahkan ketika tidak ada alasan.
Ternyata bertambah dewasa
bukan hanya soal makin kuat,
tapi juga makin pandai menyembunyikan luka.
Malam ini aku duduk lebih lama,
mencoba mendengar sesuatu yang bukan dari dunia luar.
Ada bisik halus yang mengajakku pulang,
bukan ke rumah,
tapi ke bagian diriku yang tak pernah Tuhan tinggalkan.
Ya Rabb…
ajari aku untuk pelan lagi,
untuk tidak menuntut semua jawaban sekaligus,
untuk percaya bahwa setiap kehilangan
selalu Kau ganti dengan sesuatu yang membuatku mengerti.
Jika aku mulai menjauh,
tarik aku kembali.
Jika aku lupa bersyukur,
ingatkan lewat hal-hal kecil yang tak kupedulikan.
Jika aku terlalu sibuk kuat,
izinkan aku rapuh di hadapan-Mu.
Karena ternyata,
yang kucari selama ini
bukan dunia yang lebih baik,
tapi hati yang lebih dekat kepada-Mu.
Dan jika esok masih berat,
biarkan setidaknya aku bangun
dengan keberanian kecil
untuk mencoba lagi.










Leave a Reply
View Comments