Oleh Nabila Kartika Luthfa
Mendidik anak perempuan pertama
Rasanya seperti mengulang
Melihat diri sendiri di masa lalu
Tak hanya karena lahir lebih dulu
Tapi harus belajar lebih cepat
Menjadi contoh di segala tempat
Merasa selalu dituntut dewasa
Ketika masih ingin dimengerti
Dan masih ingin dipahami
Memikul ekspektasi yang tak terucapkan
Untuk menjadi “yang tertua”
Dan “yang terkuat”
Kini, tugas terbesarku adalah memastikan
Kau tak mengulangi kepahitan
Yang pernah kurasa
Memberi ruang untukmu
Menjadi dirimu seutuhnya
Bukan sekadar bayangan dari ‘seharusnya’
Aku ingin kau tahu
Bahwa kau boleh lelah
Kau boleh menangis tanpa rasa bersalah
Boleh egois sesekali
Mencari kedamaian
Tanpa harus memikirkan penilaian ramai
Jadilah mentor bagi dirimu sendiri
Pimpin hatimu dengan kasih dan akal budi
Tak perlu sempurna, cukup menjadi nyata
Tumbuhlah kuat anakku
Tapi jangan sampai
Kau keraskan hatimu
Anak perempuan pertamaku
Mendidikmu adalah memperbaiki diriku yang dulu
Dan melihatmu mekar adalah anugerah tak terkira










Leave a Reply
View Comments