Generus Indonesia
Hidup Itu Takdir, Tapi Husnul Khotimah Itu Goal Utama Kita. Gambar: Generus

Hidup Itu Takdir, Tapi Husnul Khotimah Itu Goal Utama Kita!

Oleh Budi Muhaeni

Gini lho, bestie… kita semua ini sebenarnya lagi berjalan di jalur yang sudah Allah atur jauh sebelum kita lahir. Bahkan 50.000 tahun sebelum langit dan bumi ada, skenario hidup kita sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh. Jadi, kita bukan sekadar keberadaan yang random.

Saat kita masih dalam kandungan, usia 4 bulan, empat hal penting sudah dicatat: rezeki, jodoh, ajal, dan tempat akhir—surga atau neraka. Kedengarannya semua sudah pasti, ya? Tapi ini bagian menariknya: meskipun Islam mengajarkan berserah, tapi Allah memberi kita ruang untuk berusaha, berdoa, dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Nabi ﷺ bersabda, “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa”. Doa adalah jalan yang Allah beri untuk memohon kebaikan, bahkan mengubah takdir yang berat menjadi ringan.

Doa bukan sekadar permintaan biasa. Ini pengakuan bahwa kita lemah, dan Allah-lah yang mengatur segalanya. Dengan doa, yang pahit bisa menjadi manis. Allah pun berjanji: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.”

Yang paling istimewa, di sepertiga malam terakhir, Allah turun dan menegaskan: “Siapa yang berdoa, Aku kabulkan. Siapa yang minta ampun, Aku ampuni.” Seringkali momen ini terlewat begitu saja. Allah itu pasti dan tidak pernah ingkar janji. Jadi, jangan sampai kita berhenti menghadap dan berdoa. Usaha, doa, dan hati yang tulus bisa membuat takdir yang buruk berubah menjadi baik.

Tujuan hidup kita satu: beribadah kepada Allah. Jika kita taat, Surga menjadi tempat pulang. Jika melanggar, Neraka menanti. Rasulullah ﷺ mengingatkan, “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada akhirnya.”

Jadi, percuma memulai dengan baik jika akhirnya tidak dijaga. Hidup ini seperti maraton, bukan lomba cepat. Sampai napas terakhir, ibadah adalah kewajiban.

Goal utama kita adalah husnul khotimah—akhir hidup yang indah dalam iman. Semua salat, puasa, dan amal baik yang kita lakukan bermuara ke sini. Kita ingin Allah menutup hidup kita dengan kebaikan dan bertemu dengan Surga-Nya.

Perbanyak doa, minta takdir yang baik, dan jaga iman sampai akhir. Jangan remehkan doa Nabi ﷺ; itu panduan terbaik untuk dunia dan akhirat.

Doa Pilihan

  • Doa Anti-Skip (Minta Surga, Dijauhkan dari Neraka)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ

  • Doa Harian (Hati Tetap di Jalan-Nya)

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

  • Doa All-in-One (Kebaikan Dunia dan Akhirat)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Hidup ini singkat. Kita tidak tahu bagaimana akhirnya, tapi Allah selalu siap mendengar doa kita. Jangan berhenti beribadah sampai ajal menjemput. Mari kejar husnul khotimah bersama orang-orang yang Allah sayang.