Oleh Galant Prabajati
Sobat Generus, beberapa waktu lalu iPhone 17 series resmi rilis dengan berbagai varian: mulai dari iPhone 17 standar, iPhone 17 Pro & Pro Max, sampai model baru bernama iPhone 17 Air. Spesifikasinya makin “wah”: chip A19 super ngebut, layar Super Retina XDR dengan ProMotion, kamera 48 MP super tajam, dan baterai yang tahan seharian. Harganya? Bisa tembus lebih dari Rp40 jutaan untuk varian pro kapasitas besar.
Fenomena ini bikin banyak anak muda semangat banget buat upgrade HP. Tiap series baru keluar, langsung muncul rasa, “Kapan ya bisa ganti biar nggak ketinggalan?” Wajar sih, karena teknologi emang terus berkembang.
Tapi… pernah nggak sih kepikiran: kalau gadget aja kita rajin upgrade, gimana dengan iman kita? Jangan-jangan iman masih “versi lama” — sholat masih bolong-bolong, ngaji sering absen, doa seadanya. Padahal, update keimanan jauh lebih penting daripada sekadar update software.
Coba bayangin, kalau HP nggak pernah di-update: lemot, gampang error, bahkan bisa kena virus. Nah, iman juga gitu. Kalau nggak diperbarui lewat ibadah, ngaji, dan amal shalih, hati kita bisa lemot ngadepin cobaan, gampang goyah waktu ada godaan, bahkan bisa “error” alias salah jalan.
Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an:
“…Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah [58]: 11)
Sobat Generus, yuk refleksi bareng. Kalau semangat upgrade gadget aja tinggi banget, kenapa semangat upgrade iman dan ilmu sering ditunda? Jangan sampai kita jadi generasi yang HP-nya canggih, tapi imannya jadul.
Karena pada akhirnya, iman dan ilmu yang “up-to-date” lah yang bakal jadi bekal utama kita, bukan sekadar series terbaru dari gadget mahal.










Leave a Reply
View Comments