Oleh Budi Muhaeni
Mereka yang bilang Islam itu ketinggalan zaman dalam hal gender, artinya tak pernah belajar Islam dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, saat era digital membuat kita bingung soal identitas, peran, dan tujuan hidup. Islam bahkan memberi panduan jelas: setiap perempuan punya peran mulia yang saling melengkapi, dari muda sampai dewasa.
Jadi Hamba Allah
Identitas utama wanita adalah hamba Allah. Ini fondasi. Mau masih sekolah, kuliah, atau kerja, tugas utama tetap sama: beribadah. Allah sudah tegaskan dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, bahwa manusia dan jin diciptakan untuk beribadah.
Contohnya, anak muda sibuk dengan target akademik, bisnis online, atau konten kreatif. Semua itu bagus, tapi kalau shalat masih bolong-bolong, fondasi rapuh. Reminder: jangan biarkan pencapaian duniawi bikin lupa tujuan akhirat.
Sebagai Pemudi
Masa muda itu golden time. Tantangannya besar: pergaulan bebas, arus tren cepat, hingga toxic environment di media sosial. Islam mengajarkan pemudi menjaga kehormatan diri, aurat, dan rajin menuntut ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”
Kalau pemudi istiqamah, hidupnya terarah dan dia jadi role model. Misal, cewek yang lebih memilih ikut pengajian atau volunteer sosial ketimbang nongkrong tanpa arah. Awalnya mungkin dianggap “kurang gaul”, tapi justru itu nilai plusnya: membangun reputasi kuat.
Sebagai Calon Istri
Belum menikah bukan berarti “nganggur peran”. Justru ini momen upgrade diri. Rasulullah ﷺ menyebut wanita dinikahi karena empat hal: harta, keturunan, kecantikan, dan agama, tapi yang paling penting adalah agama.
Persiapan bukan sekadar skill masak atau karier, tapi juga iman dan akhlak. Banyak pasangan gagal bukan karena miskin atau tidak cantik, tapi karena kurang fondasi iman. Jadi, buat yang single, jangan minder. Ini waktu tepat investasi akhlak, belajar sabar, komunikasi sehat, dan menjaga diri—semua bakal jadi magnet untuk masa depan.
Sebagai Istri
Istri adalah partner menuju ridha Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, jika wanita menjaga shalat, puasa, kehormatan, dan taat pada suami, surga terbuka dari pintu mana saja.
Contoh sederhana: suami lagi down karena kerja, istri yang sabar dan suportif bisa jadi booster semangat. Atau saat suami sulit istiqamah, istri yang rajin ibadah bisa jadi pengingat lembut. Jadi peran istri bukan “nomor dua”, tapi sama-sama kunci dalam perjalanan rumah tangga.
Sebagai Ibu
Ini peran ultimate: madrasah pertama bagi anak-anak. Nabi ﷺ menjawab ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapat baktinya: “Ibumu” sampai tiga kali, baru kemudian “Ayahmu.”
Ibu adalah sekolah kehidupan pertama. Dari pelukan ibu, anak belajar cinta. Dari ucapan ibu, anak belajar bicara. Dari ibadah ibu, anak belajar iman. Ibu yang rajin membaca Al-Qur’an di rumah sedang menanamkan atmosfer spiritual yang akan diingat anak sampai dewasa.
Sebagai Nenek
Saat usia menua, peran wanita tidak berhenti. Sebagai nenek, wanita menjadi penjaga nilai dan teladan kasih sayang lintas generasi. Nenek sering jadi tempat cucu mencari cerita, doa, dan nasihat. Doa nenek untuk cucunya bisa jadi berkah besar dalam hidup mereka.
Banyak cucu masih ingat pesan sederhana neneknya: “Nak, jangan lupa shalat ya.” Kalimat singkat itu bisa jadi bekal moral sepanjang hidup. Nenek menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan keluarga.
Kalau disusun, perjalanan peran wanita itu seperti tangga: Hamba Allah → Pemudi → Calon Istri → Istri → Ibu → Nenek. Setiap tahap punya tantangan dan keindahan sendiri. Tidak semua orang harus lewat jalur yang sama, tapi setiap fase punya nilai mulia dalam pandangan Islam.
Buat kita Gen Z, refleksi ini penting. Dunia mungkin punya definisi sukses berbeda-beda, tapi Islam sudah memberi framework jelas. Jadi, daripada sibuk membandingkan pencapaian orang lain, mending fokus jadi versi terbaik diri sendiri sesuai peran. Karena kalau semua peran dijalani ikhlas karena Allah, hasilnya bukan cuma bahagia di dunia, tapi juga mulia di akhirat. Pertanyaannya: sudah sejauh mana kita menjalani peran kita hari ini?










Leave a Reply
View Comments