Oleh Nabila Kartika Luthfa
Halo Sobat Generus Indonesia! Banyak dari kita menghabiskan banyak waktu dan uang, untuk membeli bahan makanan segar dan organik demi kesehatan. Namun, semua usaha itu bisa jadi sia-sia jika kita mengabaikan satu area paling penting di rumah yaitu dapur.
Terkadang dapur bersih sering dianggap sebatas estetika. Padahal, menjaga dapur tetap higienis adalah kebiasaan sepele yang secara langsung dan menentukan kualitas kesehatan seluruh anggota keluarga.
Kebersihan dapur itu bukan hanya soal menghindari piring berminyak lo. Tapi soal melawan musuh tak kasat mata yang siap menyerang sistem imun kita yaitu bakteri.
Mungkin banyak dari kita berpikir, “Saya selalu mencuci piring, jadi dapur saya pasti bersih.” Sayangnya, kebersihan visual berbeda dengan kebersihan higienis. Ada beberapa area di dapur yang mungkin terlihat bersih, tetapi sebenarnya menjadi “zona merah” penularan penyakit.
Penularan penyakit bisa terjadi karena cross contamination (komtaminasi silang). Hal ini bisa saja terjadi ketika cairan dari daging ayam mentah menetes ke talenan, kemudian kita menggunakannya untuk memotong selada tanpa dicuci pakai sabun. Akhirnya bakteri Salmonella dari ayam berpindah ke sayuran siap santap. Makanan yang kita anggap sehat karena berasal dari bahan-bahan terbaik tetapi malah membawa penyakit.
Ada juga penularan penyakit yang terjadi di spons atau kain lap. Kelembaban dan sisa makanan, menjadikan spons dan kain lap sebagai inkubator sempurna bagi bakteri. Banyak studi menemukan bahwa spons bisa menampung jutaan bakteri lebih banyak dari kloset. Jadi kebersihan spons dan kain lap adalah salah satu hal terpenting untuk memastikan makanan yang diolah dari dapur kita tetap terjaga kesehatannya.
Hal lain yang harus kita jaga kebersihanya untuk memastikan tidak ada penularan penyakit adalah wastafel. Sisa makanan yang sering ada di wastafel harus jadi perhatian kita. Tempat yang seharusnya membersihkan justru kotor. Sisa remah, minyak, dan cairan bilasan yang menumpuk di saluran dan saringan wastafel menjadi sarang berkembang biaknya kuman E. coli dan lainnya.
Kebiasaan buruk kita dalam menjaga kebersihan dapur, dapat berkorelasi langsung dengan peningkatan risiko penyakit. Terutama penyakit yang ditularkan melalui makanan. Untuk itu kebersihan dapur harus jadi fokus utama untuk menjaga kualitas makanan demi kesehatan keluarga.
Untungnya, menyelamatkan kesehatan keluarga Anda tidak memerlukan usaha besar. Hanya butuh beberapa kebiasaan rutin yang konsisten:
- Terapkan prinsip pemisahan: Gunakan talenan dan pisau berbeda untuk daging mentah dan produk siap santap (sayur/buah). Jangan pernah mencampur keduanya.
- Sterilkan alat pembersih: Ganti kain lap secara teratur, dan microwavekan spons basah Anda selama 1-2 menit setiap hari untuk membunuh kuman secara tuntas.
- Bersihkan segera tumpahan: Jangan biarkan tumpahan di lantai atau meja berlama-lama, terutama yang berasal dari bahan mentah.
- Sikat wastafel setiap hari: Perlakukan wastafel dan lubang pembuangan sebagai area yang perlu didisinfeksi setiap malam, bukan hanya dibilas.
- Cuci tangan adalah wajib: Tangan adalah media utama penularan. Selalu cuci tangan dengan sabun setelah memegang daging mentah, sebelum mulai memasak, dan sebelum makan.
Pada akhirnya, dapur bersih adalah refleksi dari komitmen kita terhadap kesehatan. Investasi waktu lima menit untuk membersihkan wastafel atau mensterilkan spons jauh lebih bernilai daripada biaya dan penderitaan akibat sakit yang disebabkan oleh kelalaian sepele. Mulailah hari ini, jadikan dapur Anda benteng pertahanan pertama bagi kesehatan keluarga.










Leave a Reply
View Comments