Oleh Bimoseno
Yang hancur tergilas air bah
Yang lara karena kehilangan kerabat
Kami hanya berharap kalian tabah
Sembari menanti mereka bertobat
Wahai para oligark dan mereka yang bersekutu dengannya
Lihatlah kekacauan ciptaan kalian
Kerakusan kalian membutakan kesengsaraan rakyat jelata
Saat bencana datang kalian terdiam dan tak satupun bersuara
Hutan belatara yang rimbun yang kaya manfaat hilang
Berganti perkebunan dan tambang
Yang kalian sisakan hanya lingkungan yang terbuang
Janji pelestarian kembali hanya di awang-awang
Atas nama kesejahteraan kalian hilangkan tanah adat
Atas nama pembangunan kalian perbudak warga setempat
Atas nama kemajuan kalian cuci daya nalar masyarakat
Atas nama pemerataan pembangunan warga hanya bisa melihat tanpa nikmat
Wahai pembeli suara lima tahun sekali berhentilah bersahabat dengan oligark
Kekuasaan yang hanya lima tahun itu tak sepadan dengan daya hancurnya
Ketika alam membalasmu dengan khotbah, mereka yang tak berdosa tersedak
Kaku, sakit, nelangsa, dan sirna
Tidakkah kalian melihat? Tidakkah kalian iba?
Ataukah hati kalian telah membatu
Fajar baru 2026 harus menjadi koreksi kita
Untuk membangun negeri ini atas pondasi moral dan keadilan sosial
Sribit, 29 Desember 2025 yang kelam










Leave a Reply
View Comments