Hi sobat generus! Belakangan ini lagi ramai banget berita soal beberapa SPBU swasta terancam tutup karena ada larangan impor BBM. Selain itu, mereka wajib disuplai BBM dari perusahaan minyak BUMN saja. Dalam sidang rapat yang digelar DPR dan Pejabat SPBU swasta tempo hari, ternyata Bos Shell siap menerima pasokan dari Pertamina asalkan memenuhi tiga syarat uji kelayakan. Nah, salah satunya adalah BBM yang dipasok tidak boleh mengandung etanol.
Wahhh… menarik ya? Kenapa etanol jadi bahan pembicaraan? Apa sih sebenarnya etanol itu, dan kenapa ada yang pro dan kontra kalau dicampur ke BBM? Yuk, kita ulik bareng-bareng.
Apa sih Etanol Itu?
Etanol itu alkohol yang biasanya dibuat dari bahan alami kayak tebu, singkong, atau jagung. Karena berasal dari tanaman, etanol sering disebut bioetanol. Di dunia energi, etanol dipakai sebagai campuran BBM, misalnya pada produk E10 (10% etanol + 90% bensin). Fungsinya? Jadi oktan booster alias meningkatkan angka oktan supaya mesin lebih tahan knocking (ledakan dini).
Kelebihan Etanol dalam BBM
- Ramah lingkungan – hasil pembakarannya lebih bersih.
- Energi terbarukan – bukan hasil fosil, tapi dari tanaman.
- Naikkan angka oktan – mesin lebih aman dari knocking.
- Emisi karbon lebih rendah – cocok buat tren green energy.
Kekurangan Etanol di BBM
Tapi nggak semua manis, sob. Ada beberapa “rewel”-nya juga. Alasan kandungan ini dimusuhi para pemilik kendaraan yaitu:
• Higroskopis → gampang nyerap air, bikin BBM kurang stabil kalau kelamaan di tangki.
• Korosif → bisa bikin tangki & saluran berkarat kalau mesin belum didesain untuk etanol.
• Lebih boros dikit → energi per liter lebih rendah dibanding bensin murni.
• Nggak cocok mesin tua → karet & seal bisa cepat rusak.
Ada yang udah kebagian video viral kalau banyak mobil dan motor masuk bengkel lalu ditemukan tangki bensinnya banyak airnya? Nah itu dia salah satu efek dari kandungan etanol. Bahkan ada juga temuan di drum penyimpanan BBM plat merah kalau BBM oplosan atau tercampur air.
Jadi, Bagus atau Buruk?
Jawabannya: tergantung kondisi mesin.
Kalau mobil/motor kamu keluaran baru (support E10/E20), etanol justru oke: lebih ramah lingkungan & hemat bumi. Kalau kendaraan masih jadul, sebaiknya pakai bensin tanpa etanol biar mesin tetap awet.
Kesimpulannya etanol di BBM itu ibarat sahabat yang punya dua sisi. Satu sisi bikin bumi lebih hijau dan udara lebih bersih, sisi lain bisa jadi masalah kalau kendaraan belum siap. Jadi, etanol bukan masalahnya, tapi kesiapan teknologi mesin kita yang menentukan. (Inggri)










Leave a Reply
View Comments