Oleh Nabila Kartika Luthfa
Jika kita menarik garis waktu 10 tahun ke belakang, kita akan menyadari bahwa kita sedang menoleh ke sebuah dunia yang sudah tidak ada lagi. Tahun 2026 kini berdiri tepat di tengah dekade terakhir sebagai sebuah “oase” sebelum badai besar menghantam.
Mengapa saat ini media sosial dipenuhi dengan kerinduan akan tahun tersebut? Jawabannya adalah sebuah bentuk Escapism atau pelarian mental dari dunia yang terasa semakin asing.
Sepuluh tahun lalu, sekitar pertengahan 2016, internet masih menjadi tempat yang penuh optimisme. Kita merasa teknologi akan menyatukan kita (ingat fenomena Pokémon GO?). Namun, dalam perjalanan 10 tahun ini, optimisme itu perlahan terkikis oleh algoritma yang memecah belah, krisis ekonomi, dan puncaknya: Pandemi.
Otak kita melakukan escapism ke tahun 2016 karena itu adalah titik di mana kita merasa sudah “cukup dewasa” untuk menikmati dunia, tapi belum “cukup terbebani” oleh trauma global.
Dalam psikologi, manusia sering mencari safe haven atau tempat aman di masa lalu saat menghadapi masa depan yang suram. Pandemi COVID-19 menciptakan lubang hitam dalam linimasa hidup kita.
Tren 2016 yang viral saat ini adalah cara kita bertahan hidup. Saat dunia saat ini menuntut kita untuk selalu produktif di tengah ketidakpastian, mengenang tahun 2016 memberikan dopamin instan.
Kita memutar kembali lagu-lagu tahun itu dan memakai kembali fashion era tersebut untuk meyakinkan diri kita bahwa “kita pernah sebahagia itu”. Ini adalah cara kita mengambil jeda dari tekanan 10 tahun terakhir yang terasa sangat melelahkan.
Menghubungkan 10 tahun perjalanan ini menyadarkan kita bahwa kerinduan pada 2016 sebenarnya adalah duka cita yang terpendam (grief). Kita berduka atas versi dunia yang lebih sederhana dan versi diri kita yang lebih ceria sebelum dihantam realita pahit awal 2020-an.
Escapism ke tahun 2016 adalah pengingat bahwa dalam satu dekade terakhir, kita telah melewati banyak hal besar. Menengok ke belakang boleh saja sebagai bentuk penyegaran mental, asalkan kita tidak lupa untuk mulai membangun “momen terbaik” di masa sekarang.










Leave a Reply
View Comments