Generus Indonesia
Kopi dan Tatapan Kosong Pria. Gambar: Generus

Saat Para Pria Sedang Nyaman di Nothing Box, Para Wanita, Please Jangan Ganggu!

Oleh Sabila Esfandiar

Pernah nggak sih kamu lagi jalan ke minimarket, terus ngelihat fenomena di mana seorang cowok duduk sendirian di depan teras, matanya kosong natap jalanan, sambil sesekali nyeruput kopi kekinian? Atau mungkin di rumah, kamu ngelihat bokap atau pasangan kamu cuma duduk di teras, nggak main HP, nggak baca buku, cuma… diem. Iya diem gak ngapa-ngapain.

Kalau kamu cewek atau seorang istri, mungkin insting pertamanya adalah: “Dia kenapa ya? Marah sama gue? Lagi nyuekin gue? Atau ada masalah besar yang dia sembunyiin?”

Eits, jangan overthinking dulu. Kemungkinan besar, dia nggak lagi mikirin apa-apa. Dia cuma lagi mampir ke tempat favoritnya: The Nothing Box.

Apa Itu Nothing Box? Konsep ini dipopulerkan oleh Mark Gungor, seorang pakar hubungan dan pernikahan. Gungor punya metafora unik: kalau otak perempuan itu ibarat kumpulan kabel yang semuanya saling terhubung (everything is connected), otak pria itu ibarat susunan kotak-kotak yang terpisah. Ada kotak buat kerjaan, kotak buat keluarga, kotak buat hobi, dan satu kotak paling sakti: The Nothing Box.

Nothing Box adalah kondisi di mana otak cowok benar-benar kosong. Zero. Blank. Di saat-saat itulah mereka bisa bengong berjam-jam tanpa memikirkan satu pun solusi atau masalah.

Mengapa Fenomena Ini Terjadi?

Bagi pria, Nothing Box bukan bentuk kemalasan, melainkan mekanisme stress release. Hidup di era sekarang itu berisik banget. Tekanan ekspektasi, kerjaan, hingga tuntutan sosial bikin otak “panas”. Nah, Nothing Box ini adalah cara otak pria melakukan rebooting. Duduk termenung di teras atau di depan minimarket itu bukan kegiatan sia-sia. Itu adalah cara mereka mencari ketenangan agar tekanan dalam diri berkurang. Di balik tatapan kosong itu, mereka sebenarnya lagi “mengecas” mental agar siap menghadapi hari esok.

“Pria Tidak Bercerita” Fenomena ini jugalah yang memperkuat adagium yang sempat hype beberapa waktu lalu di media sosial di mana beberapa warganet membuat konten meme dengan tulisan “Pria tidak bercerita.” Bukannya mereka anti-sosial atau nggak mau terbuka, tapi bagi pria, menceritakan masalah terkadang justru menambah beban pikiran. Dengan masuk ke Nothing Box, mereka merasa bisa mengurai benang kusut tanpa harus melibatkan suara-suara luar. Ini adalah ruang privasi mental yang sangat sakral.

Biar Nggak Miskom, Gimana Respon Kita? Ini bagian krusial buat para pasangan. Sering banget terjadi drama karena istri atau pasangan ngerasa dicuekin pas lelakinya lagi masuk ke kotak kosong ini.

“Mas, kok diem aja? Aku ada salah ya?” “Enggak, nggak apa-apa.” “Tuh kan! Pasti ada sesuatu!”

Padahal, si lelaki beneran dalam kondisi yang memang “nggak apa-apa”. Nah, biar kalian nggak cekcok gara-gara salah paham, ini tipsnya:

Kasih Ruang (Space): Kalau kamu lihat dia lagi bengong sambil ngopi, biarkan dulu. Itu bukan tanda dia dingin atau cuek, dia cuma lagi “pulang” ke tempat sepinya.

Jangan Dicecar Pertanyaan: Bertanya “Kamu mikirin apa?” “Kamu sayang aku gak?” saat dia berada dalam mode Nothing Box itu ibarat ngetok pintu rumah orang yang lagi tidur pulas. Nggak bakal dapet jawaban memuaskan.

Tunjukkan Support Lewat Aksi: Alih-alih nanya macam-macam, cukup bawain kopi atau camilan, lalu tinggalin dengan senyuman. Itu jauh lebih bermakna daripada 100 pertanyaan investigatif yang hasilnya justru akan kontraproduktif.

The Nothing Box bukan berarti mereka nggak peduli. Itu adalah cara mereka bertahan hidup. Jadi, kalau nanti kamu lihat cowok—entah itu ayah, kakak, atau pasanganmu—lagi duduk termenung sendirian, hargai momen itu. Mereka bukan lagi melamun kosong, mereka lagi berjuang menata diri agar tetap kuat buat orang-orang yang mereka sayang. Kadang, untuk bisa terus melangkah, seseorang cuma butuh diam sebentar di kotak kosongnya.