Ilustrasi Bulan Ramadan.

Bulan Istimewa

Oleh Supartini

Hai, sobat muda,

aura Ramadan sebentar lagi menyapa.

Bagaimana sentuhan mesra untuk Sang Dia?

Mari refleksi hati, menyehatkan diri, tiga puluh hari penuh arti.

Sambut nuansa ceria, stok rahmat pun bergelora.

Sepuluh pintu ampunan terbuka lebar menghadang.

Rangkullah tiang-tiang rumah Allah tanpa lelah,

meski siang mengencangkan ikat pinggang, dilanda dahaga.

Bulan istimewa, luapan pahala, penghapus dosa.

Tenang, sobat—iblis terlaknat bungkam seribu bahasa.

Bisikan halus berbalut tipu,

dicabut dari kalang kabut oleh Sang Pencipta.

Motorik hati digerakkan, tiap nafs menunduk pada Ilahi.

Ayo fastabiqul khairat sebelum Ramadan pergi.

Banjiri hari dengan sedekah, berlimpah di bulan barakah.

Peluklah Allah erat dan kuat hingga akhirat,

reward-Nya—Masyaa Allah—surga sekejap dalam netra.