generus indonesia
Ilustrasi Tabungan Nikah.

Mau Nikah? Ini yang Harus Kamu Siapkan

Hai Sobat Gen, ada ngga nih di antara kalian yang resolusi tahun 2026-nya “menikah”? Menikah bukan hanya menyatukan dua hati dan dua keluarga, tetapi juga menyatukan dua rencana masa depan. Memasuki tahun 2026, biaya hidup dan kebutuhan pernikahan cenderung terus meningkat. Karena itu, persiapan finansial menjadi salah satu kunci agar pernikahan bisa berjalan lancar, penuh keberkahan, dan tanpa beban utang.

Yuk simak tips yang perlu dicatat agar lebih matang perencanaan pernikahannya!

1. Tentukan Gambaran Pernikahan Sejak Awal

Langkah pertama adalah menyamakan visi dengan pasangan. Diskusikan secara terbuka:

  • Apakah ingin diadakan resepsi atau bisa saling sepaham untuk tidak diadakan resepsi.
  • Kemudian jika ingin resepsi, apakah ingin resepsi besar, sedang, atau sederhana?
  • Apakah akad dan resepsi di satu tempat atau terpisah? Hal ini mempengaruhi budget lumayan lho!
  • Menggunakan gedung, rumah, atau aula masjid? Nah, semakin sederhana tentunya akan semakin minim budget. Tapi perlu diingatkan jangan sampai mengganggu ketertiban sekitar ya guys!

Dengan menentukan konsep sejak awal, Anda bisa memperkirakan kebutuhan biaya secara lebih realistis dan menghindari pemborosan. Kemudian hindari keinginan yang berubah-ubah, semakin pusing dalam menentukan anggaran tentunya.

2. Buat Daftar Kebutuhan Resepsi

Pisahkan kebutuhan resepsi dalam beberapa pos utama:

  • Mahar dan perlengkapan akad
  • Sewa gedung atau tenda
  • Konsumsi tamu
  • Dekorasi
  • Busana pengantin
  • Dokumentasi
  • Undangan dan souvenir

Buat estimasi biaya tiap pos berdasarkan harga pasar di tahun 2025–2026. Tambahkan cadangan sekitar 10–15 persen untuk mengantisipasi kenaikan harga atau kebutuhan mendadak.

3. Hitung Kebutuhan Tempat Tinggal Setelah Menikah

    Banyak pasangan fokus pada hari pernikahan, tapi lupa bahwa kehidupan setelahnya jauh lebih panjang. Jika berencana menyewa tempat tinggal, pertimbangkan:

    • Biaya sewa rumah atau kontrakan
    • Uang deposit
    • Perabot dasar (kasur, lemari, kompor, dll)
    • Biaya listrik, air, dan internet

    Idealnya, siapkan dana minimal untuk 6 bulan pertama agar masa awal pernikahan lebih tenang dan stabil.

    4. Tentukan Target dan Waktu Menabung

      Setelah semua kebutuhan dihitung, jumlahkan seluruh biaya. Misalnya:

      • Resepsi dan akad: Rp40 juta
      • Sewa dan kebutuhan rumah: Rp20 juta Total: Rp60 juta

      Jika target menikah di akhir 2026 dan sekarang masih awal 2025, berarti Anda punya sekitar 24 bulan. Maka, kebutuhan menabung per bulan sekitar Rp2,5 juta. Angka ini bisa dibagi dengan pasangan sesuai kesepakatan dan kemampuan masing-masing.

      5. Pisahkan Rekening Tabungan Nikah

        Agar dana tidak terpakai untuk kebutuhan lain, sebaiknya gunakan rekening khusus. Perlakukan tabungan ini seperti “biaya wajib bulanan” yang harus disetor sebelum kebutuhan harian atau liburan.

        Jika memungkinkan, pilih tabungan tanpa kartu debit agar tidak mudah diambil. Dan terpenting kenapa harus terpisah juga kepemilikannya, karena setiap manusia tidak tau apa yang terjadi kedepannya, apakah benar dia jodohnya atau belum. So, amannya tetap terpisah dan terbuka.

        6. Kurangi Gaya Hidup yang Tidak Perlu

          Menikah adalah investasi jangka panjang. Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting seperti:

          • Nongkrong berlebihan
          • Ganti gadget tanpa kebutuhan mendesak
          • Belanja impulsif Alihkan dana tersebut ke tabungan nikah. Sedikit pengorbanan hari ini akan memberi ketenangan besar di masa depan.

          7. Cari Tambahan Penghasilan

            Jika target menabung terasa berat, pertimbangkan:

            • Freelance sesuai keahlian
            • Jualan online
            • Proyek sampingan
            • Lembur atau kerja paruh waktu Semua tambahan penghasilan sebaiknya langsung dialokasikan untuk dana pernikahan dan rumah tangga awal.

            8. Libatkan Pasangan dalam Setiap Proses

              Menabung bersama akan memperkuat rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Saling terbuka soal keuangan sejak sebelum menikah juga akan menjadi pondasi penting bagi keharmonisan rumah tangga kelak. Biasakan juga untuk mencatatat pengeluaran dan pemasukan bulanan agar Cash Flow bulanan tetap sehat dan bijak.

              Menikah di 2026 bukan hanya soal tanggal dan resepsi, tetapi tentang kesiapan membangun kehidupan baru bersama. Dengan perencanaan tabungan yang matang—baik untuk acara pernikahan maupun tempat tinggal setelahnya—Sobat Generus dan pasangan bisa memulai rumah tangga dengan lebih tenang, stabil, dan penuh berkah. Eits, kalau belum ada calonnya bagaimana? Ya gak pa pa, menabung itu aset kehidupan.

              Mulailah dari sekarang, karena setiap rupiah yang ditabung hari ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih terjamin. (inggri)