Generus Indonesia
Ustaz Muda Ini Jadi Atlet Silat Berprestasi. Gambar: Generus

Ustaz Muda Ini Jadi Atlet Silat Berprestasi

Merauke (1/12). Kabar membanggakan datang dari Merauke, Papua Selatan. Muhammad Adittya Nur Majid, ustaz muda asal Jakarta Selatan yang kini jadi juru dakwah di Merauke, berhasil meraih Medali Perunggu (Juara III) pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Papua Selatan untuk kategori pencak silat.

Prestasi ini bukan hanya kemenangan untuk Adit secara pribadi, tapi juga menjadi momen penting bagi Persinas ASAD. Hasil ini membuka jalan pergurusan silat itu semakin dikenal masyarakat Papua, khususnya di kalangan generasi muda.

Sebelum turun di Porprov, Adit lebih dulu mengamankan Juara I (Medali Emas) di tingkat Kabupaten. Maka tak heran, bisa membawa pulang medali di kompetisi sebesar Porprov menjadi anugerah besar baginya, “Alhamdulillah, senang banget pastinya. Masih bisa dapat juara, walaupun Perunggu, itu sudah sangat disyukuri,” ungkap Adit.

Adit juga menegaskan bahwa dukungan LDII setempat berperan besar dalam perjalanan prestasinya, “Dukungan dari LDII Merauke luar biasa. Semua kebutuhan diurus, jadi kita bisa fokus latihan dan tanding,” tambahnya.

Menyeimbangkan tugas dakwah dan latihan fisik jelas bukan perkara mudah. Tapi Adit punya pola paten, berupa latihan fisik pada pagi dan malam hari. Lalu kegiatan dakwah difokuskan pada sore hari. Namun, menurut Adit, tantangan terberat bukan lawan di gelanggang melainkan diri sendiri, “Tantangan tersulit itu melawan rasa malas saat latihan. Kalau sudah di arena pertandingan, semuanya tinggal dipasrahkan kepada Allah.”

Prestasi Adit di podium Porprov langsung membawa dampak positif. Ia melihat lebih banyak orang mulai melirik Persinas ASAD. “Dampaknya terasa banget. Banyak yang antusias dan takjub lihat pertandingan ASAD bahkan jadi makin dikenal, dan banyak yang tertarik untuk ikut latihan.” ungkap adit.

Adit juga menyebut bahwa pemuda Papua punya energi dan antusiasme yang besar terhadap olahraga bela diri. Menurut Adit, pencak silat ASAD tidak hanya melatih teknik pertarungan, tetapi juga membentuk karakter anak muda, “Nilai-nilai ASAD itu ngajarin kita untuk terus giat berlatih dan belajar hal baru. Kita juga diajarkan untuk bisa bergaul dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan,” ungkapnya.

Adit memiliki harapan besar untuk perkembangan pencak silat ASAD di Bumi Cendrawasih, sekaligus pesan untuk para pemuda Papua agar semangat mencoba hal-hal baru terutama pencak silat. Karena tujuan utamanya, agar bisa menjaga diri di mana pun berada.