Generus Indonesia
Mengumpulkan Tiket ke Surga di Dunia yang Fana. Gambar: Generus

Mengumpulkan Tiket ke Surga di Dunia yang Fana

Oleh Nabila Kartika Luthfa

Assalamu’alaikum Sobat Generus Indonesia! Sering kan kita plan road trip seru atau healing ke tempat jauh? Kita sibuk packing, top-up e-wallet, sampai booking tiket. Tapi, pernah enggak sih kita mikir, ada satu “perjalanan” yang jauh lebih panjang dan serius dari semua trip di dunia ini? Yap, perjalanan ke akhirat.

Ust. KH Hafiludin, dalam tayangan Oase Hikmah LDII TV baru-baru ini, ngasih reminder keras buat kita nih Sobat Gen! Kalau dunia ini cuma transit, dan bekal yang harus kita kumpulkan bukanlah uang atau harta lainnya melainkan amal.

Coba deh kita flashback. Nikmat yang kita terima dari Allah itu enggak terhitung lo. Mulai dari scroll TikTok tanpa mata capek, nongkrong aman, sampai hidayah buat tetap stay mengikuti ajaran agama Islam. Ust. Hafiludin mengutip QS. An-Nahl Ayat 18, Allah berfirma:

وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌۭ رَّحِيمٌ

Artinya : “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Intinya apa? Kita sudah dikasih modal yang banyak sama Allah, jadi fokus kita sekarang adalah memanfaatkan waktu transit ini sebaik-baiknya untuk mencari bekal menuju surga.

Ust. Hafiludin menekankan bahwa kita hidup di dunia ini cuma sebentar. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

Artinya : “Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang asing atau seorang musafir.” (HR. Bukhari)

Ustaz KH Hafiludin membuat perbandingan yang relatable banget:

“Kalau kita mau ke Surabaya, mungkin bekal seratus ribu cukup. Tapi kalau ke Jakarta? Butuh satu juta. Apalagi ke Mekah untuk Umrah, budget-nya pasti jauh lebih besar!”

Nah, perjalanan ke Surga itu level-nya jauh di atas perjalanan ke Mekah. Tapi enaknya, Allah enggak mewajibkan kita nabung uang miliaran. Bekal utama yang dibutuhkan itu amal.

Dalam Hadis Riwayat Bukhari, Nabi bersabda :

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ.

Artinya: “Orang yang mati akan diikuti oleh tiga (perkara), maka akan kembali dua (perkara) dan tersisa bersamanya satu (perkara). Yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya, dan amal perbuatannya. Maka akan kembali keluarganya dan hartanya, dan yang tersisa (bersamanya) adalah amal perbuatannya.” (HR. Bukhari)

Saat jenazah diantar ke liang lahat dan proses pemakaman selesai, semua yang kita banggakan akan balik kanan. Keluarga pulang. Harta (saldo, aset, gadget) enggak ikut dikubur. Yang stay cuma amalan kita. Dan Itu akan jadi partner sejati di alam kubur.

“Hanya amal yang akan mendampingi kita. Amal baik maupun amal buruk. Supaya kita selamat, maka yang harus kita kumpulkan sebanyak-banyaknya adalah amal baik,” tegasnya.

Intinya, jangan sampai kita sibuk di dunia sampai lupa mempersiapkan bekal untuk tujuan utama yaitu akhirat. Yuk, mulai sekarang jadikan amal baik sebagai prioritas utama. Karena, bekal itu enggak akan pernah basi, dan akan nemani kita sampai bertemu Allah SWT.